Arti Keadilan yang Biajak Bagi Seorang Anak

Arti Keadilan yang Biajak Bagi Seorang Anak

Sebagai orang tua tentu ingin selalu dapat bersikap adil kepada semua anaknya, baik dalam hal memberikan kasih sayang, perhatian maupun dalam memenuhi kebutuhan anak berupa materi.

Bersikap adil dengan selalu memberikan sesuatu yang sama kepada semua anak tentu tidaklah mudah. Setiap anak adalah unik, memiliki kebutuhan, dan karakteristik yang berbeda-beda.

Dalam kasus tertentu ada sebagian orangtua yang terlihat lebih dekat dengan anak perempuan dari pada anak laki-lakinya, atau sebaliknya.

Alasannya, orangtua merasa anak perempuan lebih dewasa dalam bertindak, perhatian, penurut, dan lebih mudah untuk diminta bantuan dari pada anak laki-laki.

Sebaliknya, ada juga orangtua yang lebih senang kepada anak laki-laki karena ia dianggap lebih rajin belajar dan bertanggung jawab.

Perasaan orangtua seperti itu adalah wajar, hanya tentu saja tidak bijaksana jika orangtua tersebut terus menuruti semua perasaannya tersebut.

Cinta, perhatian, curahan kasih sayang, dan kedekatan orangtua adalah hak semua anak untuk mendapatkannya. Setiap anak memerlukan hubungan positif dengan orangtuanya.

Bersikap adil dengan bijaksana bukan berarti orangtua harus memberikan sesuatu dalam jumlah, bentuk, dan waktu yang sama kepada semua anak.

Bersikap adil dengan bijaksana adalah memenuhi kebutuhan anak-anak sesuai dengan keperluannya masing-masing ketika anak-anak tersebut membutuhkannya.

Misalnya, orangtua membelikan sepatu kepada salah satu anak karena sepatu lamanya sudah rusak dan tidak layak untuk dipakai, tidak seharusnya orangtua membelikan sepatu baru kepada anak yang lainnya jika memang tidak perlu (sepatu mereka masih bagus untuk dipakai).

Dalam kasus ini, orangtua lebih baik membelikan barang dalam bentuk yang lain sesuai dengan kebutuhannya pada saat itu, misalnya membelikan tas baru atau alat tulis karena memang sedang dibutuhkannya.

Merupakan salah satu upaya orang tua untuk mengurangi persaingan diantara anak-anak karena merasa diperlakukan tidak adil oleh orang tua, yaitu orang tua harus fokus pada keunikan dari masing-masing anak (Mathew Huge M.Ed., 2007).

Maksudnya adalah bahwa orang tua harus menghindarkan sikap membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak lainnya dengan tetap berusaha untuk selalu mengetahui kebutuhan utama yang sedang diperlukan oleh anak-anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *