Bagaimana Jika Orang Tua Ingin Bersikap Adil?

Orang Tua Bersikap Adil

Cara Golden, Bagi orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, bersikap adil kepada anak mungkin bukan hal yang mudah. Terutama jika orang tua tidak mengetahui apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh masing-masing anaknya.

Bisa jadi usaha keras orang tua untuk dapat bersikap adil kepada anak tidak dapat dirasakan dengan optimal oleh mereka.

Berawal dari pengetahuan dasar, kita sebagai orang tua telah mengetahui bahwa setiap anak adalah unik. Setiap anak memiliki kesukaan, kebiasaan, dan perilaku yang berbeda-beda.

Misalnya, ada anak yang lebih suka mengoleksi mainan miniatur, ada anak yang cenderung senang diperhatikan, dan ada juga anak yang lebih suka melakukan banyak percobaan terhadap benda-benda elektronik.

Oleh karena itu, sebelum orang tua memaksimalkan bersikap adil kepada semua anak maka orang tua perlu mengetahui terlebih dahulu semua perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing anak tersebut.

Hal ini adalah sangat penting oleh kita sebagai orang tua ketahui, supaya anak dapat merasakan bahwa orangtua mampu bersikap adil kepada mereka dengan cara selalu berusaha memenuhi apa yang disukai oleh setiap anak.

Orang-Tua-Ingin-Bersikap-Adil-2

Bersikap adil dengan selalu memberikan sesuatu dalam bentuk dan jumlah yang sama tentu akan terasa sulit dan boleh jadi tidak baik bagi anak dan juga orang tua.

Dari segi materi, mungkin tidak selamanya orang tua memiliki materi yang cukup untuk membelikan sesuatu yang sama kepada semua anak. Bagi anak juga, boleh jadi sesuatu yang dibelikan orang tua tersebut tidak memberikan banyak manfaat kepadanya.

Sebab, mungkin saja saat itu ia belum begitu membutuhkan benda tersebut, tidak seperti halnya saudaranya yang lain misalnya sangat membutuhkan sepatu baru karena sepatu lama sudah rusak dan terasa sangat sempit.

Begitu juga halnya dalam memberikan perhatian kepada anak. Tidak semua anak membutuhkan terlalu banyak perhatian dari orang tuanya. Misalnya, anak perempuan mungkin akan lebih merasa senang jika ia banyak mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

Tetapi sebaliknya, bagi anak laki-laki bisa jadi akan merasa tidak senang jika orang tuanya terlalu banyak memberikan perhatian kepadanya. Sebab, dengan mendapatkan banyak perhatian dari orang tuanya maka ia akan merasa bahwa dirinya belum dapat dipercaya.

Menanggapi salah satu contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa anak laki-laki mungkin tidak merasakan keadilan yang dilakukan orang tuanya.

Ia boleh jadi salah mengerti bahwa orang tuanya telah bersikap tidak adil kepadanya. Orang tua tidak dapat membahagiakan dirinya karena tidak mengetahui apa yang menjadi kebahagiaan atau kesukaannya.

Sebaliknya, orangtua malah melakukan apa yang ia tidak sukai (terlalu banyak memberikan perhatian dan tidak memberikan kepercayaan kepadanya).

Anak laki-laki merasa bahwa orangtuanya hanya ingin membahagiakan dan menyenangkan anak perempuan saja. Anak laki-laki tahu bahwa kesenangan saudara perempuannya adalah diperhatikan.

Pada Intinya anak akan mampu merasakan suatu keadilan ketika orangtua mereka dapat mengetahui dan memenuhi apa yang tidak disukai dan apa yang disukai oleh masing-masing anak (Laura M. Ramirez, 2006).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *